3 Fakta Menarik Valorant

Sekilas game Valorant mungkin terlihat agak mirip dengan jumlah game first person shooter lainnya, terutama pada Overwatch karena gaya visualnya mengarah ke dalam nuansa sebuah kartun. Namun, Valorant juga banyak menyimpan keunikan menarik lainnya, bahkan secara gameplay yang akan berbeda dari game Overwatch lainnya. Berikut adalah tiga fakta yang perlu Anda ketahui tentang game Valorant.

1. Premis Cerita yang Menarik

Valorant pertama-tama dirancang sebagai salah satu game kompetitif 5v5 dan akan memiliki jumlah hero yang masing-masingnya dapat menggunakan keahliannya tersendiri. Alkisah, bumi di masa depan sedang mengalami sebuah kejadian misterius yang disebut dengan First Light. Fenomena tersebut mengubah kondisi alam, sekaligus memunculkan berbagai orang dengan kekuatan khusus yang disebut sebagai Radiant.

Sebuah organisasi misterius pun kemudian tiba-tiba sebuah program yang disebut sebagai Valorant Protocol, yang di mana mereka berhasil mengumpulkan para Radiant dari seluruh dunia untuk menjadi seorang prajurit. Agen-agen Valorant Protocol ini pun memiliki berbagai macam latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari mantan tentara militer hingga seorang pelaku kriminal.

2. Awalnya Ingin Digabung dengan  LoL

sebagian besar dari game  yang diumumkan oleh developer Riot Games saat acara ulang tahun yang sepuluh waktu lalu dan latar belakang dari dunia sama dengan game League of Legends . Misalnya Legends of RuneterraProject F, dan Project L. Pada awalnya pengembang Riot Games juga berpikir untuk menggabungkan game Valorant  dengan game LoL , namun pada akhirnya hal itu tidak jadi.

Hal tersebut pernah dilakukan oleh sutradara Valorant , Joe Ziegler, kepada para Game Informer. Mereka ingin menciptakan sebuah game shooter  taktis yang menggunakan sebuah pistol dan peluru, namun ternyata sangat sulit untuk menerapkan sebuah konsep seperti itu ke karakter-karakter fantasi di game LoL. Dan akhirnya merekapun berhasil merancang dunia baru agar pengalaman yang dihasilkan menjadi lebih sesuai.

3.  Shooter Dengan Time to Kill yang Lebih Cepat

Meski game Valorant  memiliki gaya visual yang warna-warni seperti game Overwatch , namun ada perbedaan yang sangat besar dalam nuansa permainannya. Dalam game Overwatchdamage dari tembakannya yang cukup bervariasi, namun secara umum kalian tidak akan mati hanya dalam satu kali tembakan saja. televisi jika Anda terkena serangan headshot dari hero yang bertipe sniper  seperti Hanzo atau Widowmaker.

Dengan faktor TTK alias Time to Kill- nya yang lebih cepat, membuat setiap tembakan di sini bisa berakibat sangat fatal, sehingga kalian harus berhati-hati dan tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan sedikit pun. Bahkan situs resmi dari Riot Games berkata, “Kami ingin para pemain bisa meraih kemenangan semata-mata dengan menggunakan keterampilan  dan strategi.” Daripada game Overwatch , tembak game Valorant akan terasa seperti baku yang mirip dengan Rainbow Six: Siege atau Counter-Strike .